>

Sunday, April 16, 2006

Orientasi beragama

Pernah tak anda semua terfikir bahawa cara beragama kita ini sebenarnya mempunyai orientasi tertentu?

Dan orientasi itu pula akan menentukan cara kita menjalani kehidupan kita sehari2?

Menurut Allport dan Ross (1967 - saya percaya Allport dan Ross tidak asing bagi mereka yg biasa dengan kajian psikologi, terutama tentang prejudices orang beragama) ketika menganalisis kecenderungan pemeluk agama dalam menempatkan agama dalam kehidupannya, terdapat sekurang2nya tiga konsep tentang orientasi beragama, iaitu:

1. agama sebagai tujuan akhir (religion as end)
2. agama sebagai alat ( religion as mean), dan
3. agama sebagai pencarian (religion as quest)

Pertama, agama sebagai tujuan akhir... sebagai matlamat. Pada orientasi ini agama dianggap sebagai pengakhiran, the end. Agama akan dianggap sempurna dan final sehingga ia kebal daripada kritik. Agama akan menjadi "sihir" dan doktrin kebenaran yang mutlak.

Pemeluk agama yang berpegang pada orientasi ini kurang memiliki pemahaman kritis terhadap agamanya, terutama pada aspek pembezaan antara agama murni dan tafsir atas agama. Kesannya, aspek spiritual pemeluknya terhenti dan cenderung pula kepada eksklusivisme dan fanatisme, Mereka cenderung menutup mata dari setiap perubahan realiti dan menutup telinga dari kritikan yang ditujukan kepadanya.

Kedua, apabila kritisisme terhadap agama lenyap, fanatisme akan mengakar dalam keyakinan pemeluk agama. Lalu agama dengan mudah akan dimanipulasi oleh dan untuk kepentingan diri, politik dan kekuasaan. Di sinilah agama berubah menjadi alat. Dalam situasi begini, agama dijadikan hamba bagi kepentingan2 yang sama sekali tidak terkait dengan nilai2 universal agama itu sendiri.

Dan ketiga, agama sebagai pencarian. Pemeluk dengan orientasi `pencarian' tidak menganggap agama sebagai sesuatu yang sudah final dan sempurna. Pemeluk agama yg berorientasi begini menjadi orang2 yang antikesempurnaan, tetapi tetap mempunyai visi ke depan untuk mengejar kesempurnaan secara terus menerus melalui pelbagai cara. Agama dianggap sebagai proses pencarian kreatif untuk menemukan tujuan yang mulia, sesuai dengan nilai-nilai agama itu sendiri.

Pemeluk agama berorientasi begini juga akan bersikap kritis. Mereka akan belajar untuk berpikir, menafsir dan menimbang mana yang merupakan semangat agama dan mana yang merupakan reduksi atas agama. Stagnansi dan kejumudan spiritual tidak akan berlaku pada orang2 yg begini.

Mana satukah orientasi anda?

0 Ulasan. Terima kasih.

Post a Comment

Kembali ke Muka Utama